Posted : 20 Dec 2020
Category :
Baca Juga : «

Rumah yang memiliki kelembaban ruangan yang terlalu berlebihan dapat membahayakan kesehatan penghuninya. Itu karena ciri-ciri rumah sehat harus memiliki suhu ruangan yang terjaga dan sirkulasi udara yang berjalan baik. Jika pemilik rumah tidak peduli kondisi ruangannya memiliki kelembaban yang tinggi, itu akan berakibat pada kondisi kesehatan yang terganggu.

Kebanyakan kasus penghuni rumah yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi biasanya akan mudah terserang berbagai penyakit, seperti penyakit flu, gatal-gatal, gangguan pernapasan, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu jika tidak segera ditangani, akan berakibat buruk pada kondisi kesehatan terutama pada balita dan anak-anak.

Inilah 6 Cara Menjaga Kelembaban Ruangan

Agar tidak menyebabkan dampak buruk yang berkelanjutan, sebaiknya segera ditangani dengan beberapa cara menjaga kelembaban ruangan berikut ini.

1. Membuat Ventilasi Udara di Setiap Ruangan

kelembaban ruangan
Memberikan jendela dengan ukuran yang cukup agar sirkulasi udara terpenuhi

Dengan adanya jumlah ventilasi udara yang cukup, masuknya udara luar dapat mengusir udara lembab yang ada di dalam ruangan dengan artian lain sirkulasi udara yang berjalan baik akan meminimalisir tingginya kelembaban pada ruangan. Selain itu bukalah jendela ruangan, agar udara luar lebih banyak masuk ke dalam menggantikan udara yang lembab.

2. Gunakan Cat Tembok Anti Jamur

Kelembaban ruangan yang tinggi dapat menimbulkan penyakit, karena tembok ruangan rawan ditumbuhi jamur. Jamur yang tumbuh pada tembok ruangan akan menimbulkan penyakit pada penghuninya. Supaya hal itu tidak terjadi sebaiknya ganti cat tembok ruangan dengan cat tembok anti jamur sebelum terlambat.

3. Gunakan Dehumidifier 

kelembaban ruangan
Menggunakan alat dehumifilder untuk menjaga kelembaban ruangan

Menggunakan dehumidifier merupakan cara paling ampuh untuk menjaga kelembaban di dalam ruangan. Namun untuk membeli alat ini harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Dehumidifier merupakan alat untuk menyerap kelembaban yang dapat mengubahnya menjadi udara sejuk. Jika kondisi ruangan memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, maka air hasil kondensasi juga menjadi semakin banyak begitu pula sebaliknya.

4. Gunakan Silica Gel

Jika harus menabung dulu untuk membeli dehumidifier, sambil menunggu tabungan penuh, bisa gunakan silica gel sebagai pengganti penyerap kelembaban pada ruangan di rumah. Silica gel juga cukup efektif untuk menjaga kelembaban udara, selain harganya yang lebih terjangkau silica gel ini mudah dibeli di toko-toko terdekat.

5. Pastikan Ruangan Cukup Pencahayaan

kelembaban ruangan
Pastikan bahwa ruangan memiliki pencahayaan yang cukup

Ruangan lembab juga dapat disebabkan oleh kurangnya pencahayaan yang masuk ke dalam ruangan. Sebaiknya sering-seringlah membuka jendela dan gorden agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan. Serta pilihlah gorden berwarna cerah, pasalnya gorden dengan warna gelap akan menyerap bukan memancarkan panas matahari yang akan membuat ruangan semakin lembab. Sebaiknya setiap ruangan memiliki jendela agar pencahayaan pada setiap ruangan tercukupi. 

6. Tanamlah Beberapa Tanaman Penangkal Lembab

Selain menggunakan alat penyerap kelembaban dan silica gel, menanam tanaman penangkal lembab juga bisa dijadikan alternatif lain. Beberapa contoh tanaman yang dapat menangkal udara lembab pada ruangan yaitu rosemary, chamomile, spatfilm, dan ivy. 

Selain dapat mengatasi ruangan lembab, tanaman-tanaman ini juga memiliki aroma yang dapat menghilangkan bau lembab yang ada di dalam ruangan. Hanya perlu meletakkan tanaman tersebut di tempat-tempat yang rentan mengalami lembab. Tanaman-tanaman ini dapat menyerap kelembaban melalui pori-pori pada dedaunannya.

Segera terapkan cara-cara di atas agar kelembaban ruangan terjaga dengan baik. Perlu diingat, memiliki tubuh yang sehat berawal dari rumah yang sehat pula. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat untuk menjaga kelembaban ruangan di rumah masing-masing.

Baca Juga : »